KUMPULAN CERPEN

BY SITTI ARAH

PERSETERUAN HATI


UNTUK SISWA SMP/MTS SEDERAJAT

KATA PENGANTAR
Tiada kata yang paling pantas penulis ucapkan selain kata syukur yang sedalam-dalamnya kepada Allah Subhanahu Wata’ala, atas segala rahmat, petunjuk, dan hidayah yang telah diberikan kepada penulis, sehingga kumpulan cerpen yang berjudul  Perseteruan Hati ini dapat terselesaikan. Pembelajaran karya sastra khususnya cerpen, dimaksudkan agar siswa mampu menyelami fenomena kehidupan manusia yang terpantul lewat karya sastra sebagai bagaian dari realitas kehidupan. Dengan demikian, mempelajari karya sastra pada hakekatnya bertujuan agar siswa dan penikmat karya sastra dapat menghargai manusia dan nilai-nilai kemanusiaannya.
Sebagai karya manusia, tentu tidak luput dari kekurangan. Untuk itu penulis senantiasa mengharapkan saran, dan masukan dari semua pihak demi penyempurnaan karya ini dan karya mendatang. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam mewujudkan Kumpulan Cerpen ini.
Akhir kata, semoga Kumpulan Cerpen Perseteruan Hati ini dapat menambah dan memperluas cakrawala berpikir siswa pada khususnya serta pembaca pada umumnya menuju kehidupan yang lebih bermakna. Amin.

Makassar, 6 Mei 2012
Penulis

DAFTAR ISI
  1. KutitipSenyum di Puncak Phinisi                                                                        
  2. Gadis Air Tahu
  3. Semerbak Wangi di Pelataran Mesjid
  4. Isinkan Aku Meminta Maaf
  5. Jangan Rampas Keluargaku
  6. Pengakuan Untuk Ibu
  7. Teguran dari Langit
  8. Kerinduan pada Sang Teladan
  9. Biarkan Duka Berlalu
  10. Kubur tanpa Nama
  11. Air Mata Bidadari
  12. Biarkan Fajar Bertemu Pagi
  13. Menyibak Tirai Prasangka
  14. Berpesta dengan Maut
  15. Putri Biola
  16. Jeritan Tengah Malam
  17. Biar  ku Raih Tanganmu

Download
Download
Cerpen 3
3.    Semerbak Wangi di Pelataran Mesjid
Hari ini adalah hari Jumat yang ke sembilan kali Aku menunggu di tempat ini. Sebuah tempat parkir khusus motor di bagian belakang mesjid Nurul Yaqin. Luasnya berukuran dua kali sepuluh meter. Tempat ini terbilang sempit dibandingkan jumlah jamaah yang melaksanakan shalat di tempat ini. Terlihat motor agak berdesakan bahkan ada beberapa yang terpaksa parkir di luar dengan resiko akan kepanasan. untunglah ayah selalu datang lebih awal sehingga bebas memarkir motornya tanpa harus berdesakan. Ayah sengaja memilih mesjid ini sebagai tempat melaksanakan shalat Jumat  karena posisinya yang sangat strategis. Terletak di pinggir jalan dan sekeluar dari mesjid akan sampai di sekolah tepat waktu yaitu sebelum jam setengah dua siang. Setiap ayah memasuki mesjid yang mungil itu, aku selalu menunggu ayah di parkiran motor hingga shalat Jumat selesai. Ada rasa damai yang bergelayut di hatiku setiap kali berada di tempat ini. Aku tak perduli walau hanya satu-satunya anak perempuan yang paling sering terlihat di tempat ini. Terkadang pula ada ibu- ibu yang menunggui suaminya shalat. Suasana pun tenang, rerumputan hanya bergoyang pelan, ketika angin sepoi menyentuh ujungnya yang lancip. Alhamdulillah, ternyata di Makassar ini begitu banyak insan takwa yang tak pernah mau ketinggalan merengkuh nikmatnya shalat Jumat. Setiap kali berkumandang suara azan, ada  getaran di dalam hatiku, begitu damai, tenang, dan memberikan sugesti yang luar biasa begitu asma Allah mengalun dari menara mesjid yang bergema. Gema yang memanggil kaum lelaki agar segera mempercepat langkahnya. Semester ini aku dan ayah masuk siang karena ada beberapa kelas yang sedang direnovasi. Hanya kelas delapan dan kelas Sembilan yang tetap masuk pagi.  Posisi rumah yang lumayan jauh dari sekolah menyebabkan ayah bergerak lebih awal agar dapat melaksanakan shalat Jumat yang merupakan kewajiban bagi setiap laki- laki muslim. Awalnya aku merasa agak risih juga kalau harus menunggu seorang diri di parkiran. Untuk mengusir kejenuhan, aku terkadang membawa buku bacaan sambil membaca, atau mengerjakan pekerjaan rumah yang belum sempat terselesaikan sambil duduk di atas motor yang sengaja distandar dua kaki oleh ayah. Aku sengaja duduk membelakangi jalan tempat para jamah memasuki mesjid melalui pintu belakang. Agar mereka tidak melihatku, dan aku bisa focus terhadap apa yang aku kerjakan.
Di dalam hati, aku kagum melihat para jamaah yang datang melaksanakan shalat. Mereka dengan wajah riang memasuki mesjid mengenakan pakaian putih dan peci di kepala. Wangi parfum mereka terasa olehku setiap kali mereka lewat. Mereka datang dari berbagai arah dan kebanyakan mereka lewat tepat di belakangku karena langsung ke pintu mesjid bagian belakang yang berdekatan dengan tempat berwudhu. Banyak diantara mereka yang melirik ke aku sambil melayangkan senyum. Ada satu hal yang membuatku terkesima dengan para jamaah itu yakni wangi parfum seseorang. Setiap kali aku duduk menungu di atas motor, wangi itu begitu terasa seiring dengan kehadiran seorang anak remaja yang umurnya sekitar tiga tahun lebih tua dariku. Mulanya aku sama sekali tak memperhatikannya dan menganggap biasa saja. Tetapi entah mengapa, wangi pafrum itu begitu sejuk dan nyaman ketika mencium aromanya. Aku tidak tahu merk apa, karena aku baru mencium wangi yang seperti itu. Walaupn jaraknya masih sekitar tiga meter, wanginya sudah terasa olehku.
*
. Seperti yang lalu- lalu, aku duduk di atas motor sambil membaca buku yang sudah kusiapkan. Ayah memang seorang guru yang gemar membaca. Koleksi bukunya cukup banyak. Aku tinggal memilih judul mana yang kuinginkan untuk kubaca. Aku tertunduk menatap kata demi kata dalam tulisan buku di tanganku ketika wangi parfum itu tercium olehku. Desiran angin semilir membuat wanginya dengan cepat tertangkap oleh indra penciumanku. Pelan- pelan buku ditanganku kututup tanpa suara. Pandangan kulayangkan disekitar . Dan tampaklah olehku pemilik wangi itu. Baju koko warna putih dipasangkan dengan sarung kotak- kotak warna biru. Demikian penampilan pria pemilik wangi itu hari ini yang berjalan menghampiriku. Kuberanikan diri untuk memperhatikannya dengan seksama dari dekat. Sepertinya ia merasa kalau aku memperhatikannya. Dan begitu berada tepat di depanku, tanpa aku sadari, tiba- tiba ia tersenyum padaku. Dengan kikuk aku membalas senyumannya hingga ia berlalu dari hadapanku. Aku masih terus memperhatikan langkahnya hingga ia memasuki pintu masjid. Sambil menarik napas dalam-dalam  aku melanjutkan bacaanku.
“Ah , mengapa aku harus sibuk-sibuk memperhatikannya ya?” gumamku dalam hati.
Entah mengapa, tiba- tiba aku mengangkat kepala dan menatap ke bagian tempat berwudhu. Dadaku berdegup kencang ketika kulihat pria pemilik wangi itu berdiri di sana sambil tersenyum padaku. Butir- butir air wudhu tampak berkilau menempel di wajahnya yang putih bersih. Rambutnya yang basah membuat pria itu semakin tampan. Dengan cepat aku menoleh ke belakang mencari seseorang. Tetapi tidak ada siapa- siapa. Berarti senyum pria itu ditujukan padaku. Dengan tenang dia pun melangkah memasuki mesjid.
“Alhamdulillah, dapat sedekah senyum yang kedua kalinya. Lumayanlah dapat mengusir kesepinaku di parkiran ini” kataku
Aku terus menunggu hingga shalat Jumat usai. Tak sabar aku menantikan ayah muncul dari pintu mesjid. Tetapi yang terlihat olehku adalah pria wangi itu. Aku langsung membuang pandanganku ke tempat lain. Aku tak mau pria wangi itu merasa aku memperhatikannya. Semakin dekat, aku merasa makin salah tingkah hingga ketika tepat berada di depanku dia menyapa.
            “Duluan ya?, assalamu alaikum” katanya sambil tersenyum.
“Wa, alaikum salam” jawabku tergagap karena tak menyangka akan mendapat sapaan salam yang mengandung arti keselamatan itu.
Aku terus menatap punggungnya hingga ia menghilang di tikungan jalan seiring dengan hilangnya wangi khas parfum itu.
Sejak bertegur sapa dengan pria wangi itu, perasaanku mulai terganggu. Ada rasa malu kalau setiap hari Jumat aku duduk di atas motor menunggu ayah. Hingga suatu hari aku membujuk ayah agar shalat di tempat lain saja. Kejadian itu terulang sampai dua hari jumat berturut- turut. Dan jumat hari ini ayah menginginkan agar shalat di tempat yang biasa. Akupun kembali duduk di parkiran seorang diri. Hanya suara mengaji di menara mesjid yang memecah kesunyian. Aku berharap tidak bertemu dengan pria wangi itu. Aku tak ingin penantianku terusik apalagi tidak nyaman. Harapanku ternyata sia- sia. Wangi itu kembali tercium olehku. Dengan cepat kuputar badanku membelakangi jalan tempat lewat memasuki masjid. Kudengar langkah- langkah kaki semakin mendekat. Aku tak menoleh sedikitpun. Tiba- tiba langkah kaki itu berhenti diiringi dengan suara salam. Aku hafal betul dengan suara itu. Suara yang lembut, bulat, dan tidak membosankan. Dengan terpaksa aku menoleh dan membalas salamnya. Ia pun dengan sikap santai duduk di salah satu motor yang diparkir. Aku pun semakin salah tingkah dibuatnya. Ingin rasanya segera kutinggalkan tempat itu karena malu dan salah tingkah. Ada gemuruh yang membahana di dalam dadaku yang tak dapat kumengerti. Rasa itu sangat menyiksa. Sepertinya menyerang hati, jantung, hingga nafas dan semuanya bermuara pada jemari dan raut wajahku yang terasa dingin.
“Dik, maaf menggangu. Kelihatannya kamu sabar sekali menunggu setiap hari Jumat. Tetapi, Jumat Minggu kemarin aku tak melihatmu di sini. Dua kali lagi. Kalau boleh tahu, Kamu ke mana?”,katanya memecah ksunyian.
            “O, a anu. maaf aku,maksudku ayah Jumatan di tempat lain”, jawabku gugup.
“Oo begitu. Pantasan parkiran ini sepi. Aku berharap setiap kali aku memandang ke tempat ini, ada gadis cantik yang duduk di atas motor sambil membaca. Kelihatannya kamu rajin sekali membaca. Pasti kamu pintar di sekolah. Namaku Arif, maaf. Kalau boleh tahu nama kamu siapa?”
            “Aku Khadija”
            “Wah, namamu cantik sekali. Secantik orangnya”.
            “Terima kasih”.
Sesekali aku mencuri pandang ke arah pria yang bernama Arif itu ketika sedang berbicara. Ternyata dia kelihatan tampan ketika jauh dan dari dekat ketampanannya makin jelas. Bukan cantik gunung yang hanya cantik jika kelihatan dari jauh. Aku berusaha menguatkan hati untuk memandang wajahnya yang putih bersih. Sedikit tanda lebam di keningnya. Persis tanda lebam di kening ayahku. Dan tanda itu adalah bekas sujud. Bulu- bulu halus tumbuh disekitar dagunya. Alisnya yang hitam dan tebal semakin menambah ketampanannya.
Suara asan yang memanggil jamaah membuat pria wangi bernama Arif itu turun dari motor.
“Khadija, aku senang sekali bisa ngobrol denganmu hari ini. Sekarang waktu shalat sudah tiba. Aku masuk dulu ya?. Assalamu alaikum”.
            “Wa alaikum salam”.
Tak kusangka pria wangi itu berani mampir dan ngobrol denganku. Ternyata dia pun selama ini memperhatikanku. Baguslah, dari pada aku sibuk sendiri, kegeeran sendiri, atau bertepuk sebelah tangan. Ketika shalat Jumat usai, kulihat Arif yang paling pertama keluar dari pintu mesjid. Wajahnya terlihat putih bersinar. Apakah itu pertanda pantulan cahaya keimanan yang dititipkan Tuhan pada hambanya yang beriman?. Sepertinya jawabannya adalah iya. Entahlah, yang psasti mataku menangkap pancaran itu begitu sahdu, sejuk, teduh, seteduh telaga yang permukaannya beriak lembut dipermainkan angin senja yang menggoda.
Dan seperti biasa aku selalu kebagian senyum. Ia berjalan lebih cepat dan berhenti di hadapanku sambil mengeluarkan hp dari sakunya.
            “Khadija, tadi aku lupa minta nomormu. Tolong kasi tahu aku ya”.
            “Tapi”.
            “Plis”.
            “Baik. Ini nomorku. 081342778779”.
“Aku miscall ya, tolong disave, itu nomorku. Khadija, aku berharap Jumat depan aku melihatmu di sini lagi. O ya , rumahku di sana. Lain kali kalau tidak keberatan, kamu bisa menunggu di rumahku. Aku juga punya adik perempuan. Aku duluan ya. Assalamu alaikum”.
Aku mengikuti telunjuk Arif yang menunjuk pada rumah besar bercat coklat muda tak jauh dari mesjid. Setelah ayah datang, aku pun segera meninggalkan parkiran dengan membawa perasaan bahagia.***
Hari ini hari Jumat lagi. Sudah menjadi rutinitas setiap Jumat, aku berada di tempat yang sama. Suara mengaji dari menara mesjid seakan melelehkan penantiaku kali ini. Tiap kali mendengar lantunan ayat suci, terasa ada getaran lembut di hatiku yang menghadirkan rasa damai dan merajai seluruh ruang hatiku.
Biasanya Arif akan lewat dan masuk ke mesjid setelah aku sudah di parkiran. Tetapi kali ini,tidak demikian. Sampai khatib berceramah hingga shalat Jumat usai Arif sama sekali tidak tampak. Entah mengapa aku begitu mengkhawatirkannya. Hingga aku meninggalkan parkiran Arif tetap tak terlihat. Hatiku begitu galau dibuatnya. Aku sangat rindu suaranya, senyumnya,dan wanginya. Berkali-kali kutatap hp ku hendak menelponnya. Tetapi nomornya tidak dapat dihubungi. Rasa penasaran pun kembali menyelimuti hatiku.
            Tak sabar aku menantikan hari Jumat minggu ini. Aku ingin menatap Arif dari jauh. Menatap tetes- tetes air wudhu di wajahnya yang berkilau diterpa cahaya. Persisi seperti kilauan bintang yang berkedip di malam hari. Tetapi Jumat kali ini kembali membuatku kecewa. Aku terus berharap dapat melihat Arif. Shalat Jumat sudah di mulai, tetapi Arif tidak kelihatan. Aku berharap Arif sudah ada di dalam mesjid. Aku kembali terpaku di atas motor ayah dengan perasaan tak karuan. Berbondong- bondong para jamaah yang keluar dari pintu masjid. Tetapi aku hanya mengenal satu orang diantaranya dengan baik yaitu ayah. Orang kedua yang kukenal adalah Arif. Tetapi kali ini, Arif tetap saja tak terlihat diantara mereka.
“Ah, mungkinkah sesuatu yang buruk terjadi padanya?. Ataukah dia sedang Jumatan di tempat lain?. Ataukah sedang ada urusan yang sangat penting?. Mengapa pula Aku begitu menghawatirkannya?”.
Aku kembali duduk dengan gelisah sambil memperhatikan mereka satu persatu meninggalkan pelataran mesjid. Perasaanku tiba- tiba terasa sangat hampa, sunyi, mencekam padahal siang itu begitu ramai. Terasa ada sesuatu yang hilang, sesuatu yang sangat berharga.
Angin semilir yang berhembus membuatku tersentak. Perasaanku tiba- tiba merasa aneh. Aku merasa seseorang sedang mengawasiku. Disertai wangi yang sangat akrab dipenciumanku.
            “Arif?!”. Wangi itu,.wangi itu adalah Arif”, kataku terperangah.
Aku segera menoleh ke kiri, kanan dan kesegala arah. Tetapi sosok Arif sama sekali tak terlihat. Yang ada hanya beberapa kendaraan pribadi yang diparkir di bawah pohon. Segenap kulayangkan pandanganku ke sekeliling seperti lampu pengintai yang akan menyorot ke segala arah mencari sasaran. Keputusasaan kini kembali menderaku. Aku menatap dan mencoba menghubungi telepon genggam  yang ada di tanganku. Tetapi Hp nya  tetap tak bisa dihubungi. Aku pun didera kerinduan yang membuncah. Di jumat- Jumat berikutnya, aku hanya bisa merasakan aroma wangi parfum Arif tanpa pernah melihat dirinya lagi. Aku hanya berharap suatu saat Arif menghubungiku@



Share:

110 komentar:

  1. Kita mampu menyelami fenomena kehidupan manusia yang terpantul lewat karya sastra sebagai bagaian dari realitas kehidupan.

    BalasHapus
  2. Kita Mampu Menyalami Fenomena Kehidupan Manusia Yang Terpantul Lewat Karya Sastra,Sebagai Bagian Dari Realitas Kehidupan

    BalasHapus
  3. wah ! bagus sekali cerpen ini cepen ini mengandung amanat yg bergunu bagi kita semua

    cerpen ini sangat cocok seklai untuk anak muda seperti saya !

    BalasHapus
  4. NAMA :NABIL DWI PUTRA
    KELAS:7A
    NO U :19

    Kita Mampu Menyalami,Fenomena Kehidupan Yang Terpantul Lewat Karya Sastra,Sebagai Bagian Dari Realitas Kehidupan

    BalasHapus
  5. Cerita nya sangat mengharukan😭😭😭

    BalasHapus
  6. Kita mampu menyalami,fenomemna keshidupan yang tidak akan kita duga kapan itu akan terjadi

    BalasHapus
  7. Wah ceritanya sangat inpiratif, cocok untk anak muda seperti kita ini, ceritanya dapat diambbil dari realita kehidupan ini dan sangat dan dapat menginspirasi orang banyak.

    BalasHapus
  8. Nama : Syaskya Cintya Devi
    Kelas : VII BI 1
    No. Urut : 30

    Kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan yang dituliskan di sebuah karya sastra, yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita.

    BalasHapus
  9. Nama: indrawan ikrar
    Kelas:VII BI1
    no urut:17
    Kita mampu belajar dari fenomena kehidupan manusia yang terpantul lewat karya sastra sebagai bagaian dari realitas kehidupan.

    BalasHapus
  10. Nama:Andi Muhammad irham
    Kls VII BI 1
    No urut 7

    kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan dan tuliskan di sebuah karya sastra yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita

    BalasHapus
  11. Ceritanya sangat mengharukan cerita ini cocok untuk anak remaja,sangat menginspirasi banyak orang

    BalasHapus
  12. Nama:Fanny Pricilia Novianti F.
    Kls: VII BI 1
    no urut 13

    kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan manusia dan tuliskan di sebuah karya sastra yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita

    BalasHapus
  13. Nama:Nurul Mufidah Pratiwi
    Kelas : VII-B (7B)

    Ceritanya sangat bagus, menginspirasi. Dan juga tentunya sangat baik untuk anak anak

    BalasHapus
  14. Nama:Muh Dzaki Abbyzar
    Kls:7Bi 1
    No urut:22

    Kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan dan tuliskan disebuah karya sastra yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita

    BalasHapus
  15. NAMA:MEISYA MAUHLIDHA NABIL
    KELAS:VII BI 1
    NO URUT: 20

    KITA MAMPU MENGGAMBIL SEBUAH PELAJARAN DARI FENOMENA KEHIDUPAN YANG DITULISKAN DI SEBUAH KARYA SASTRA, YANG MENJADI BAGIAN DARI REALITA KEHIDUPAN KITA .

    INI JAWABAN SAYA MEISYA MAUHLIDHA NABIL
    ASSALAM MUALAIKUM WARAHMATULAHI WABARAKATU .

    BalasHapus
  16. Nama: Sabrina Imanuela
    Kelas: 7A
    kita mampu menyalami fenomana kehidupan sastara,sangat mengharukan

    BalasHapus
  17. Nama: Aqila Nailatul Izzah
    Kelas: 7 bi 1
    No urut: 10

    Kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan yang di tuliskan di sebuah karya sastra,yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita.

    BalasHapus
  18. Pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita ini adalah janganlah terlalu berharap pada manusia.Berharaplah pada tuhan sang pencipta alam semesta dan seluruh isinya

    Nama:Novita Tirenia Hanundias
    Kelas:VII-A
    Absen:22

    BalasHapus
  19. ANDI RAYHAN NABIL
    7A
    02


    Cerpen yang berjudul semerbak wangi di pelantaran masjid adalah cerpen yang sangat bagus. Bahasa yang digunakan juga bagus,saat membaca cerpen ini kita seolah olah berada di dalamnya.

    BalasHapus
  20. Nama: Muh Rafin Eka Putra Alfi an
    Kelas: 7A
    No Urut: 16

    Kita mampu menyelami fenomena kehidupan manusia yang terpantul melalui Katya sastra sebagai bagian dari realitas kehidupan.

    BalasHapus
  21. Mydita Dewi M.
    7a
    No.urut 18

    Wah ceritanya sangat mengharukan dan sangat menginspiratif, cerita ini juga cocok dikalangn anak muda dan juga bahasa yang digunakan sangat bagus dan mudah di mengerti , kita juga dapar mengambil hikmah dari cerpen di atas.

    BalasHapus
  22. Nama:Rafeyfa Rania asyla
    Kelas:7b


    Ceritanya sangat bagus,dan juga dapat menginspirasi semua orang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama:Shereen Maharani Putri S
      Kelas:VIIA

      Kita mampu menyelami fenomena kehidupan manusia yang terpantul lewat karya sastra sebagai bagaian dari realitas kehidupan

      Hapus
  23. Nama : Daffina Marsha Azzahra A.
    No. Urut : 12
    Kelas : 7BI1
    Cerita ini memberi kita pelajaran mengenai realita kehidupan.

    BalasHapus
  24. Nama:Fatur Putra T.
    Kelas:7BI1
    No Urut:14

    Cerita ini sangat bagus dan memberi inspirasi mengenai kehidupan kita

    BalasHapus
  25. Cerita nya sangat menginspirasi , dan kita bisa menyalami fenomana kehidupan tersebut , kita juga sebagai bagian dari realitas kehidupan tersebut..

    BalasHapus
  26. Menurut saya cerita ini banyak menginspirasi untuk semua orang,karna banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita ini entah itu pelajaran hidup atau pelajaran apapun

    Keyla Arla Kirania
    7B

    BalasHapus
  27. Nama:Naufal Hafizh
    Kelas:7D
    No:21

    Cerpen ini mengandung amanat di mana kita tidak boleh berburuk sangka kepada orang lain dan kita harus memperbanyak senyuman dan berteman

    BalasHapus
  28. Nama:Naufal Hafizh
    Kelas:7D
    No:21

    Cerpen ini mengandung amanat di mana kita tidak boleh berburuk sangka kepada orang lain dan kita harus memperbanyak senyuman dan berteman

    BalasHapus
  29. Nama:Naufal Hafizh
    Kelas:7D
    No:21

    Cerpen ini mengandung amanat di mana kita tidak boleh berburuk sangka kepada orang lain dan kita harus memperbanyak senyuman dan berteman

    BalasHapus
  30. Nama:Andhika Nur Fauzi
    Kelas:7B
    No.urut:6

    Cerita ini dapat memberikan kita pelajaran yang sangat bermanfaat mengenai realita kehidupan,dicerita ini juga kita dapat mengambil sebuah hikmah bahwa kita harus selalu berharap kepada tuhan sang pencipta alam semesta beserta isinya.

    BalasHapus
  31. Salwa Nabilah Awaluddin
    VII A


    Kita mampu menyelami fenomena kehidupan manusia yang terpantul melalui Katya sastra sebagai bagian dari realitas kehidupan.

    BalasHapus
  32. Nama:Muh Zahran Zaim
    Kelas:VII D
    No.Urut:20

    Cerita ini dapat memberikan kita pelajaran yang sangat bermanfaat mengenai realita kehidupan,dicerita ini juga kita dapat mengambil sebuah hikmah bahwa kita harus selalu berharap kepada tuhan sang pencipta alam semesta beserta isinya.

    BalasHapus
  33. Nama:Rezky Putri Amaliah
    VII B

    ceritanya mengandung amanat,bagus,dan juga mengisnpirasi

    BalasHapus
  34. Syfa Azzahra Reskiani Masye
    VII BI 1
    31

    Kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan yang di tuliskan di sebuah karya sastra,yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita.

    BalasHapus
  35. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  36. Nama: Rizky Ahmad Fahrezi. S
    Kelas: 7 BI 1
    No urut: 28

    Kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan yang di tuliskan di sebuah karya sastra,yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita

    BalasHapus
  37. NAMA/KELAS/NO URUT
    MARSYA AURELYA S./VIIBI1/19
    Cerita yang sangat inspiratif, Kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan yang dituliskan di sebuah karya sastra, yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita.

    BalasHapus
  38. Nama:Muh.Fadel Pratama
    Kelas:7D
    No.Urut:17

    Ceritanya mengandung makna yang baik, dan mengajarkan kita tidak boleh berburuk sangka ke orang lain

    BalasHapus
  39. nama:m.syawal anugrah d.
    kelas:VIIC
    no urut: 15

    kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan manusia yang tuliskan di sebuah karya sastra yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita

    BalasHapus
  40. Nama :siti asyiah Raina z
    Kls : 7B
    No urut :28
    dapat kita ambil hikamah dari cerita ini ,dan juga dapat menginspitasi para remaja dan anak muda

    BalasHapus
  41. Noval fadhil R
    21
    7c
    cerita ini mengajarkan kita pelajaran yang sangat bermanfaat mengenai realita kehidupan

    BalasHapus
  42. Nama : Daniyal Adli
    Kelas : VII C
    No urut : 06

    Sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan manusia yang dituliskan di sebuah karya sastra yang menjadi bagian dari realita
    kehidupan kita

    BalasHapus
  43. Nama :siti asyizah naira zuleyka i
    Kelas:7B
    No urut:29
    Cerita ini sangat bagus,menginspirasi.dan tentunya bagus untuk semua orang

    BalasHapus
  44. Nama: Muh.Rafi Azriel
    Kelas:7.C
    No.Urut:18

    Kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan manusia yang di tuliskan di sebuah karya sastra yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita.

    BalasHapus
  45. Nama:raden al davarel darmawan
    kelas:7c
    no.urut:22
    Kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan yang di tuliskan di sebuah karya sastra,yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita.

    BalasHapus
  46. Nur al may syarah yanwar
    7 bi 1
    No. Urut 25
    Cerita ini sangat inspiratif, Kita mampu mengambil sebuah hikmah dari fenomena kehidupan yang dituliskan di sebuah karya sastra, yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita.

    BalasHapus
  47. Nama:Rameyza elya malana putri
    Kelas:7/C
    No urut:23
    Dapat kita ambil hikmah dari cerita ini dan cerita ini mengajarkan kita pelajaran yang sangat bermanfaat dan cerita ini mengandung makna yang baik yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita dan tidak boleh berburuk sangka ke orang lain

    BalasHapus
  48. Nama:muh.ariel.hairuddin
    Kelas:VII c
    No urut:17

    Cerita ini menceritakan bagaimana terjadinya fenomena alam Dan cerita ini sangat bermanfaat mengenai realita kehidupan

    BalasHapus
  49. Nama:Falihah Nabilah Q
    Kelas:VII D
    No urut:10
    Cerita ini mengajarkan agar kita tahu tidak semua hal bisa berjalan sesuai ekspektasi & menjadi orang yang beriman

    BalasHapus
  50. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  51. Muh.arkan / 7b

    Ceritanya sangat bagus dan dapat menginspirasi semua oran

    BalasHapus
  52. GREATHALLY QUEEN PARADISE / VII BI 1 / NO. 16

    Cerita yang sangat inspiratif, Kita mampu mengambil hikmah dan pelajaran dari fenomena kehidupan yang dituliskan menjadi karya sastra, yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita.

    BalasHapus
  53. Nama: Soundrenaline Ferrara Maldini Syamsi
    Kelas:VII/C
    No Urut Absen:29
    Kita dapat mengambil pelajaran dari fenomena kehidupan manusia

    BalasHapus
  54. Nama : Uendassa Dolopo
    Kelas : 7C
    No. Urut : 31
    Cerita ini mengandung amanat di mana kita tidak boleh berburuk sangka kepada orang lain dan kita harus memperbanyak senyuman dan berteita dengan baik

    BalasHapus
  55. nama : Annisa Maylafrida.R
    VII.A // 04
    —
    wah ! cerita ini sangat menginspiratif kita mampus mengambil sebuah hikmah dari sebuah kehidupan yang di tuliskan dari karya sastra

    BalasHapus
  56. Nama: Adly adriansyah rezky
    Kelas:VII D
    No.urut:5

    Kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan yang dituliskan di sebuah karya sastra, yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita.

    BalasHapus
  57. Nama : aurel cipta chaerani
    Kelas: VII C
    no urut :04

    kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan manusia yang tuliskan di sebuah karya sastra yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita

    BalasHapus
  58. Nama: Muhammad Fiqkrah P.K
    Kelas: VII.C
    N.Urut:12
    Cerpen yang menarik, karena cukup banyak emosi yang di pancarkan oleh Khadijah yang membuat kita semua sangat ingin membaca cerpen yamg satu ini.

    BalasHapus
  59. Nama:Sien azizah putri g.
    Kelas:VII-C
    No.urut:25
    Kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari realita kehidupan.

    BalasHapus
  60. Nama: chuzayma z.a.r
    Kelas: VII.C
    no.urut: 05/06
    Kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan manusia yang dituliskan di sebuah karya sastra yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita.

    BalasHapus
  61. Nama: Margaretha Zefanya
    Kelas : VII C
    No. Urut : 10

    Menurut saya, cerita ini mengajarkan tentang realita kehidupan dan juga berkaitan dengan sastra cerita ini memberitahukan kita beberapa pelajaran.

    BalasHapus
  62. Nama:Justin alexsander
    Kelas:VII BI.1
    No.Urut:18

    Cerita ini dapat memberikan kita pelajaran yang sangat bermanfaat mengenai realita kehidupan,dicerita ini juga kita dapat mengambil sebuah hikmah bahwa kita harus selalu berharap kepada tuhan sang pencipta alam semesta beserta isinya.
    Balas

    BalasHapus
  63. Nama:fidhya alizka
    Kelas:VII-C
    No urut:08
    Kita dapat mengambil pelajaran dari fenomena kehidupan manusia

    BalasHapus
  64. Rasya Virgiawan Gaffur
    VII C
    20

    pelajaran dari fenomena kehidupan kita yang dituliskan di sebuah karya sastra yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita

    BalasHapus
  65. Nama:aktivany anila
    Kelas:VII/C
    No urut:02
    Kita mampu menyelami fenomena kehidupan manusia yang terpantul lewat karya sastra sebagai bagaian dari realitas kehidupan

    BalasHapus
  66. Nama:Adelya Putri Qaulan s.f
    Kelas:7D
    No:03

    Cerita tersebut Sangat inspiratif,Kita dapat mengambil sebuah hikmah dari fenomena kehidupan yang dituliskan sebuah karya sastra yang menjadi Bagian dari realita kehidupan kita. Serta kita tidak boleh berburuk sangka kepada orang lain.

    BalasHapus
  67. Nama:irta iprida fhatiha
    Kelas:VII.D
    No urut:11

    Kita dapat belajar dari fenomena kehidupan yang dituliskan dari sebuah karya sastra , yang menjadi bagian atau realita kehidupan

    BalasHapus
  68. NAMA:MUH FACHRI FAUZAN
    KELAS:7D
    NO.URUT:16

    yang sangat bermanfaat mengenai realita kehidupan,dicerita ini juga kita dapat mengambil sebuah hikmah bahwa kita harus selalu berharap kepada tuhan sang pencipta alam semesta beserta isinya.
    Balas





    BalasHapus
  69. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  70. siti ardini hardianti
    VII.C - 26


    kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan manusia yang tuliskan di sebuah karya sastra yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita

    BalasHapus
  71. Nama: Maritza Qonitah Hataul
    Kelas:VII C
    No urut:11

    Kita dapat mengambil pelajaran dari fenomena kehidupan manusia.

    BalasHapus
  72. Nama: Fahruddin
    Kelas: VII B
    No.urut: 9


    Ceritanya sangat bagus dapat menginspirasi orang dan cocok untuk anak-anak

    BalasHapus
  73. Ceritanya bagus,dan kita dapat mengambil pelajaran dari sebuah karya sastra yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita.

    BalasHapus
  74. Nama:Sitti mughniyah A.W.T
    kelas:VII/C
    No.urut:23/27
    Jadi dari cerita yang diatas saya bisa mengatakan bahwa ceritanya itu sangat bagus kita jadi dapat mengerti realita kehidupan dan kita juga diajarkan agar selalu percaya kepada tuhan.

    BalasHapus
  75. Nama :Gibraltar Quraniz
    Kelas :VII BI 1
    No. Urut :15

    Cerita tersebut memberi inspirasi dan pelajaran tentang kehidupan bagi kita

    BalasHapus
  76. Nama : Muhammad 'Afaf Akram
    Kelas : 7D
    No : 19

    Cerpen yang menarik, karena cukup banyak emosi yang di pancarkan oleh Khadijah yang membuat kita semua sangat ingin membaca cerpen yamg satu ini.

    BalasHapus
  77. Nama : Adel Putri C. A.
    Kelas : VII D
    No. Urut : 02

    Cerita tersebut sangat menginspirasi, kita dapat mengambil sebuah hikmah yang dituliskan melalui karya sastra sebagai bagian dari realita kehidupan.

    BalasHapus
  78. sitti najwa amirah
    7C—28

    ceritanya sangat bagus dan banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita ini

    BalasHapus
  79. Naufal Farid Budiyanto
    7C-20

    ceritanya menarik dan banyak ilmu dan pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita ini

    BalasHapus
  80. Zaki Patra Zausan
    7B-31

    Cerita ini dapat memberikan kita pelajaran yang sangat bermanfaat mengenai realita kehidupan

    BalasHapus
  81. Muh.alif.r.s
    7BI1
    Cerita tersebut memberi inspirasi dan pelajaran tentang kehidupan bagi kita

    BalasHapus
  82. andi putri aqilah ghaniyah
    7c
    03

    kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan manusia yang tuliskan di sebuah karya sastra yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita

    BalasHapus
  83. Nama:Muhammad Raja Pratama Saputra
    Kelas:7C
    Absen:19

    Menurut saya cerita ini sangat menginspirasi bagi saya saat membacanya.Karena cerita ini memiliki pesan yang sangat baik.Dan saat membaca ceritanya saya merasa cerita ini cukup menarik.Dan sebagai pembacanya kita harus mempelajari setiap amanah dan setiap pesan yang baik dari cerita tersebut.dan cobalah untuk mengaplikasikan di kehidupan sehari hari.

    BalasHapus
  84. Nama : Asia Risky Tsania Amalia S
    Kelas : VII D
    No. Urut : 09

    Kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan yang dituliskan di sebuah karya sastra, yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita.

    BalasHapus
  85. Nama: Muhammad Yudishtira Dewantaro
    Kelas: VII-BI.1
    No.Urut: 24

    Kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari
    fenomena kehidupan yang dituliskan di sebua karya sastra, yang menjadi bagian dari realita kehidupan

    BalasHapus
  86. Nama : A. Syahra Juliana
    Kelas : VII BI 1
    No. Urut : 08

    Cerita nya sangat menginspirasi, dan kita bisa menyelami fenomena kehidupan tersebut, kita juga sebagai bagian dari realitas kehidupan tersebut.

    BalasHapus


  87. Zhafran Ap.
    VII BI 1 / 32



    Cerita nya sangat menginspirasi , dan kita bisa menyalami fenomana kehidupan tersebut , kita juga sebagai bagian dari realitas kehidupan tersebut

    BalasHapus
  88. M.fauzi Dimas b
    VII-B
    No.urut:13

    Cerita ini dapat memberikan kita pelajaran yang sangat bermanfaat mengenai realita kehidupan

    BalasHapus
  89. Nama:Sharon dove tammu
    Kelas:VII D
    No.urut:27

    kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan manusia yang dituliskan di sebuah karya sastra yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita.

    BalasHapus
  90. Nama : Alviano Gilbert
    Kelas:7D
    No urut : 07

    Kita dapat mengambil sebuah pelajaran dari cerpen ini bahwa kehidupan manusia yang di tuliskan di sebuah karya sastra yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita.

    BalasHapus
  91. Nama : Trivena Gabriel
    Kelas:7C
    No.urut:30

    Kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan manusia yang dituliskan disebuah karya sastra yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita.

    BalasHapus
  92. Adinda dhetasya 04 7d
    Dari cerita tersebut kita dapat mengambil sebuah pelajaran dari kehidupan seseorang yang dituliskan disebuah karya sastra.

    BalasHapus
  93. Nama:putri sekar sari
    Kelas:VII-B
    No.urut:24


    Kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari video tersebut.bahwa fenomena kehidupan manusia yang dituliskan di sebuah karya sastra menjadi bagian dari realita kehidupan kita

    BalasHapus
  94. Nama:R.Arfa Diza Deshinta
    Kelas:7D
    No urut:24

    Jadi yang dapat kita simpulkan dari cerpen tersebut bahwa dalam kehidupan manusia yang terdapat pada sebuah karya sastra yang menjadi bagian realita dari kehidupan kita.

    BalasHapus
  95. Cerpen ini sangat menginspirasi, kita dapat mengambil sebuah hikmah yang dituliskan melalui karya sastra sebagai bagian dari realita kehidupan

    BalasHapus
  96. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  97. Nishaya Vitalaya
    VII.B

    Kita dapat mengambil sebuah pelajaran yang sangat bermanfaat mengenai realita kehidupan.

    BalasHapus
  98. Nama:alya nailur riska
    Kelas:Vll.B
    No.urut:4

    Kita bisa menyimpulkan bahwa mengenai realita kehidupan itu sangatlah bermanfaat

    BalasHapus
  99. nama:Siti Sahrani
    kelas:7bi.1
    nomor urut:29

    Cerita nya sangat menginspirasi , dan kita bisa menyalami fenomana kehidupan tersebut , kita juga sebagai bagian dari realitas kehidupan tersebut

    BalasHapus
  100. Nama : Rizka putri Aprilia
    Kelas : 7B
    No.urut:27

    Ceritanya memiliki makna tersendiri untuk dipelajari dan dapat memotivasi anak anak dan remaja

    BalasHapus
  101. Nama:yudi pratama
    Kelas:7B
    No.urut:30

    Ceritanya sangat bagus dapat menginspirasi orang dan cocok untuk anak-anak

    BalasHapus
  102. Nama:Muh.wira kusuma n.
    kelas:VII.c
    no.urut:16

    kita mampu mengambil sebuah pelajaran dari fenomena kehidupan manusia yang tuliskan di sebuah karya sastra yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita

    BalasHapus
  103. NAMA : Azzahra
    KELAS : VII BI 1
    NO. URUt : 11

    bagus sekali cerpennya!
    mengandung amanat yang beguna
    bagi kita semua
    kita mampu mengambil sebuah
    pelajaran dari fenomena kehidupan yang dituliskan disebuah karya sastra yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita.

    BalasHapus
  104. Nama: Muh Farhan Dwisyaputra
    Kelas: 7B
    No.urut: 17


    Kita dapat mengambil sebuah pelajaran dari cerpen ini bahwa kehidupan manusia yang di tuliskan di sebuah karya sastra yang menjadi bagian dari realita kehidupan kita.

    BalasHapus
  105. Muhammad Anugrah Bintang
    VII B

    Cerita ini sangat menyentuh hati. Kejadian yang kita alami kedepannya hanya Allah SWT yang tahu persis. Kita sebagai manusia hanya dapat berharap yang terbaik dengan tetap meminta kepadaNya saja. Berdoa agar setiap saatnya kita dapat diberikan momen momen kehidupan yang baik. Menyukai seseorang tidak masalah asal tidak melebihi rasa kita kepada Allah SWT

    BalasHapus
  106. cerita ini mengandung rasa rindu seorang wanita kepada lelaki yg ia temui setiap hari jumat dan membuat yg membacanya ingin mencari seorang laki laki yg bisa mengingat kan kita terhadap Allah SWT

    Ayu arofah
    7C / 33

    BalasHapus
  107. Nama:A.Afifah Nailatul Izzah
    Kls :7D
    Cerita ini mengandung amanat dan pelajaran hidup yang bermanfaat dan memotivasi banyak orang.

    BalasHapus
  108. Nama : Rizka putri Aprilia
    Kelas : 7B
    No.urut:27

    ceritanya memiliki kesan dan makna tersendiri dan menggunakan kalimat yang gampang dipahami

    BalasHapus
  109. Nama : Andi Ashraf Sadat M
    Kelas : 7B
    Nourut : 6

    Alur ceritanya sangat menarik dengan susunab kata yg bagus dan mudah dimengerti. Isi cerita mengandung pesan bahwa kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari karena hanya Allah lah yang Maha Tahu dan Merencanakan segala sesuatu nya tentang kehidupan ummatnya. Kita hanya bisa berdoa dan berharap kehidupan yg lebih baik.

    BalasHapus

Mengenai Saya

Foto saya
Halo, Perkenalkan saya Tiarah

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Label

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.